Navigasi Digital Leadership: Berbagi Strategi Keberlanjutan Bisnis Bersama AMA Bali
Malam yang penuh inspirasi bersama para pemimpin hebat di AMA Bali! Pada acara ini kami berbagi perspektif mengenai Digitalisasi saat ini bukan saja tentang AI. Dalam acara ini juga kami membahas navigasi Digital Leadership dan integrasi digital menjadi kunci krusial bagi keberlanjutan bisnis di tengah ekosistem digital Indonesia yang kian matang.
AKTIVITAS/PERAYAAN
2/26/20261 min read


Ada energi yang berbeda ketika berkumpul dengan para praktisi manajemen yang memiliki semangat belajar yang sama. Pada Kamis malam lalu, saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi narasumber dalam sesi Dinner Talks: Digital Leadership yang diselenggarakan oleh AMA (Asosiasi Manajemen Indonesia) Bali di Hotel Sense Seminyak. Ruang diskusi ini menjadi sangat berkesan karena dihadiri langsung oleh Ketua, jajaran pengurus, dan seluruh member AMA Bali yang sangat antusias membedah masa depan bisnis di era akselerasi.
Dalam paparan saya, saya menekankan bahwa kita tidak lagi bicara tentang "masa depan" digital, melainkan tentang "realitas" digital yang sudah ada di depan mata. Dengan ekonomi digital Asia Tenggara yang diproyeksikan menembus GMV $300 Miliar, Indonesia memegang porsi terbesar sekaligus tantangan tersendiri. Fokus manajemen kini telah bergeser secara drastis: dari sekadar mencari jumlah pengguna (acquisition) menjadi bagaimana memonetisasi bisnis secara berkelanjutan melalui efisiensi teknologi.
Salah satu poin diskusi yang memicu percakapan hangat adalah peran Artificial Intelligence (AI) dalam mendefinisikan ulang jalur pembelian konsumen—dari pencarian linier menjadi proses penemuan (discovery). Saya juga berkesempatan memperkenalkan AYA (Asisten Yang Automatik), sebuah platform otomasi bisnis end-to-end yang dibangun untuk menunjukkan bahwa AI bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk menangani tugas repetitif agar tim bisa lebih fokus pada strategi kreatif. Di tengah penggunaan rata-rata 7,7 platform digital per pengguna di Indonesia, Data-Driven Marketing (DDM) menjadi kompas yang memastikan setiap keputusan manajemen didasarkan pada data akurat, bukan sekadar intuisi.
Terima kasih AMA Bali atas ruang yang diberikan untuk saling bertukar pikiran. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus berlanjut demi kemajuan ekosistem bisnis di Bali dan Indonesia.


