7.7 Platform: Data untuk Strategi Pemasaran yang Presisi
Angka 7,7 platform per bulan bukan sekadar statistik tentang fragmentasi perhatian, melainkan peluang besar bagi penerapan Data-Driven Marketing (DDM). Dengan mengintegrasikan data dari berbagai titik sentuh digital, manajemen kini bisa mengubah kebingungan pilihan platform menjadi keputusan bisnis yang akurat, terukur, dan menguntungkan.
BERITA
2/3/20261 min read


Melihat fakta bahwa rata-rata orang Indonesia menggunakan 7,7 platform media sosial setiap bulannya, manajemen bisnis seharusnya tidak lagi melihat hal ini sebagai beban operasional untuk memproduksi konten di banyak tempat. Sebaliknya, dalam kacamata kepemimpinan digital, fenomena ini adalah peluang emas untuk menerapkan Data-Driven Marketing (DDM) secara masif. Setiap platform yang digunakan konsumen sebenarnya berfungsi sebagai "sensor" perilaku yang menghasilkan data berharga. Jika manajemen mampu mengintegrasikan analisis data dari berbagai sumber—mulai dari social media API, Google Analytics, hingga heatmap seperti Hotjar—kita tidak lagi menebak-nebak apa yang diinginkan pasar, melainkan memandu taktik pemasaran berdasarkan bukti nyata yang akurat.
Tantangan bagi manajemen saat ini adalah bagaimana menyatukan potongan-potongan data yang tersebar di 7,7 platform tersebut ke dalam sebuah Customer Data Platform (CDP) yang utuh. Strategi DDM memungkinkan kita untuk melacak perjalanan pelanggan secara lintas platform; kita bisa melihat bagaimana seorang konsumen menemukan merek melalui iklan di satu aplikasi, melakukan riset melalui komentar di aplikasi lain, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli. Dengan integrasi data yang kuat, manajemen dapat mengoptimalkan kampanye dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi, sehingga alokasi anggaran tidak lagi terbuang percuma pada audiens yang salah.
Secara kritis, adopsi DDM di tengah banyaknya pilihan platform ini akan mengubah cara bisnis mencapai keberlanjutan. Tujuan akhirnya bukan sekadar popularitas di media sosial, melainkan peningkatan penjualan melalui target audiens yang lebih akurat. Manajemen yang mampu mengolah data dari berbagai sumber eksternal maupun internal akan memiliki kemampuan untuk melakukan personalisasi pemasaran dalam skala besar. Di era akselerasi ini, kemampuan untuk membaca pola di balik angka 7,7 platform tersebut adalah faktor pembeda antara bisnis yang hanya sekadar "eksis" dengan bisnis yang benar-benar mampu mendominasi pasar secara efisien.
Strategi Pemasaran Digital Berbasis Data
Dalam episode podcast The Parlor Room ini, Chris berbincang dengan pakar pemasaran ternama dan Profesor Harvard Business School, Sunil Gupta, untuk mengeksplorasi kekuatan transformatif pemasaran digital.

